Minggu, 25 Januari 2009 - 21:10:44 WIB
Pelajaran Moral dari Film Laskar Pelangi
Diposting oleh : Sinto Gendeng
Kategori: Hiburan - Dibaca: 745294 kali

"Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!" Itulah mantra yang diberikan Tuk Bayan Tula kepada anak-anak laskar pelangi saat mau menghadapi ujian. Berikut beberapa fakta mengapa saya sangat menyukai film Laskar Pelangi (Petik hikmahnya ya):

1. Pelajaran itu bisa didapatkan dimana saja

Para Laskar Pelangi menimba ilmu di sekolah reot yang sangat tidak layak, kegigihan untuk menimba ilmu dan mengubah sejarah hidup membuat mereka mampu bangkit dan membuktikan bahwa mereka bisa menjadi yang terbaik. Sebagai blogger, belajarlah dari siapapun, baik master ataupun newbie, anda tidak akan rugi. Saya selalu senang belajar dari semua orang :)

2. Keinginan untuk memberi.

Keinginan untuk memberi akan membuat kita kuat dan bahagia. Berbagi itu Indah (seperti paman gober yang berbagi PR dengan saya). Semangat untuk memberikan yang terbaik akan membuat kita berusaha sekuat mungkin. Dari apa yang kita berikan pada orang lain, kitapun akan memetik hasilnya. Jangan takut kehilangan karena berbagi.

3. Semangat komunitas, lihat bagaimana mereka membangun tim.
Team building, walaupun saya seorang blogger, di BlogicThink saya bekerja bersama. Ada perbedaan sikap dalam menghadapi suatu masalah, dan tim yang baik akan menemukan jalan keluarnya. Saksikan bagaimana Laskar Pelangi memenangkan karnaval dan cerdas cermat. Terima kasih kepada Mas Ary yang mau berbagi dengan saya.

4. Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!
Saya suka bagian ini. Laskar pelangi mendatangi dukun untuk lulus dalam ujian. Sang Dukun yang bertempat di pilau terpencil mengngatkan untuk membaca mantra itu dipagi hari. Para Laskar pelangipun menurutinya. Dibawalah selembar mantra tersebut, dibaca didepan sekolah bersama keras-keras : Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!

Yups, suatu pelajaran bagi kita untuk tidak pendek akal ketika ingin menjadi blogger sukses. Saya memilih mewawancara Mas Jimmy, ketimbang membeli resep kebut semalam. Terima kasih untuk Mas Jimmy atas PRnya.

5. Gunakan waktu, mumpung masih muda

Ketika saya menonton Laskar Pelangi, saya ingat umur. Saya mengagumi mereka yang memiliki tekad belajar yang kuat, cerita tentang anak-anak kelas 5 SD ini memang mengagumkan. Saya jadi teringat Kawan Blogger saya Ruzdee yang mengenal internet saat kelas 5 SD, suatu kesempatan yang hebat. Semoga sukses kawan :)

6. Buku kucel mereka, adalah awal dari masa depan.

9 Laskar pelangi berkumpul dikelas saat sekolah mau dibuka, masih kurang 1 anak. Dalam suasana menunggu Ditampilkan buku kucel yang membuat haru penonton, efek dramatis berhasil dimunculkan. Melihat buku itu saya teringat buku catatan saya, saya memiliki buku catatan yang selalu habis dalam waktu kurang dari satu bulan, isinya adalah ide-ide bisnis.

Saya jadi ingat spydeey yang menjadikan blognya sebagai oret-oretan catatan belajar komputer dan internet, thanks atas PRnya Bro :)

7. Lintang, sang jenius yang tak berhenti bermimpi

Melihat lintang membuat saya melakukan refleksi. Saya tau rasanya putus sekolah. Dan saya tahu rasanya kehilangan kesempatan kuliah karena masalah biaya. Bagi saya itu bukan hambatan. Saya tahu saya akan berhasi. walau kadang dunia tak adil, sekarang saya coba menjawabn setiap permasalahan, dan saya bahagia.

8. Sekolah kecil itu mengalahkan sekolah dengan modal besar

Karena sekolah memang bukan soal modal. Pendidikan sejatinya bukan masalah hitung-hitungan material. Ini masalah nilai-nilai. SD Para Laskar Pelangi mengalahkan SD berfasilitas lengkap, karena mereka memiliki cita-cita, semangat, harapan dan kebijaksanaan seorang pendidik.

Saya adalah seorang trainer di organisasi saya dulu ketika mahasiswa. Anehnya, saya tidak suka sekolah, saya menganggapnya mengungkung pemikiran saya. Ada terlalu banyak pemikiran kaku dan tertinggal disana yang saya tidak sukai.

9. Ajari saya bermimpi

Seandainya kondisi membuat saya mundur, maka saya telah tertinggal sejak lama. Banting setir ke dunia bisnis adalah pilihan dari kesulitan ekonomi dan ketidakmampuan untuk melanjutkan kuliah. Awalnya saya down, namun saya tidak mau berlama-lama. Saya coba berusaha bangkit. Hari ini, saya dapat bangga akan ilmu manajemen pemasaran yang saya miliki. Bahkan ketika bertemu dengan kawan-kawan saya dibangku kuliah dulu. Beruntung, walaupun tidak bekerja seperti mereka, saya bangga menjadi seorang blogger dan bukan buruh orang lain. Btw, Om jadul ngasih PR ( Blognya kok suspend Om?)

10. Seperti Ikal saya berniat sekolah di Perancis

Jika Ikal pergi ke sorbonne dan berkeliling dunia saya berniat untuk belajar di Universitas Frankfurt, mungkinkah? kita tunggu saja nanti. (sumber: blogicthink.com)


    Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama
    Website
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)